Lima Cara Menikmati Prague

Prague adalah kota yang dibangun dengan seni tinggi. Jadi selain dinikmati secara cepat dengan bersepeda, Prague perlu dinikmati perlahan dengan berjalan kaki. Lalu enaknya ngapain aja di Prague? Berikut adalah beberapa kegiatan yang kami lakukan.

1.Menyusuri Charles Bridge

Hampir semua kota kuno di Eropa dibangun di bantaran sungai. Tak heran jembatan yang menghubungi kedua sisi sungai banyak yang menjadi bangunan iconic. Charles Bridge atau Karlův most adalah salah satunya. Jembatan yang dibangun abad 13 ini menghubungkan Prague Castle dengan daerah kota. Ibaratnya seperti jembatan yang dilalui raja saat turun gunung (bukit sih sebenarnya) mengunjungi rakyatnya.

Continue reading “Lima Cara Menikmati Prague”

Sisi lain Budapest

Hungaria terkenal dengan wine-nya. Saking enaknya wine dari Hungaria, konon Inggris mengimpor wine dari Hungaria, khusus untuk konsumsi keluarga kerajaan. Meski demikian dari sisi kuantitas, jumlah produksi wine Hungaria masih kalah jauh dari negara Eropa lainnya seperti Perancis, Italia dan Spanyol. Inilah alasan kami mengambil Winery Tour di pinggiran Budapest. Tepatnya di daerah Etyek, sekitar 30km dari Budapest. Pengen tahu juga sisi lain dari Hungaria selain kota tua. Sekaligus mengantisipasi kebosanan anak-anak dengan kota tua. Continue reading “Sisi lain Budapest”

Menuju Munich (Munchen)

Hari ketiga di Jerman, kami bangun kesiangan. Perjalanan kemarin ternyata menguras energi kami dan anak-anak. Bagun jam 8 waktu setempat, kami hanya sarapan mie instant cup yang dibawa dari rumah. Barbeque dinner semalam rasanya masih mengenyangkan, tidak perlu sarapan berat.

Perjalanan dari Dusseldorf ke Munich

Hari ini untuk pertama kalinya kami akan naik kereta antar kota antar state yang lumayan lama. Agar nanti gak grubak-grubuk, suami menyarankan kami survey dulu. Kebetulan di samping hotel kami ada Customer Servicenya Bahn. Tanpa merasa perlu mandi dulu, saya mampir ke counter ini yang dijagai oleh 3 orang staf Bahn. Seorang ibu berambut coklat berbadan subur, menyapa saya dengan ramah. Continue reading “Menuju Munich (Munchen)”

Sesaat saja di Dusseldorf

Akhirnya jadi juga kami sekeluarga liburan kembali di Eropa. Bedanya kali ini kami pergi saat musim panas, dan negara tujuannya berbeda dari liburan sebelumnya. Kami mendarat di Dusseldorf, ibu kota propinsi (state) North Rhine-Westphalia. Kota ini dikenal sebagai pusat bisnis dan keuangan international, dan sering mengadakan pameran dagang. Continue reading “Sesaat saja di Dusseldorf”

Belgia, harusnya tidak sekedar Oldtown

Hari kesembilan tour di Eropa. Kami mengawalinya dengan American breakfast di Paris, lanjut makan Chinese food siang hari di Belgia dan berakhir di Belanda untuk santap malam masakan Indonesia. Seru dan aneh kelihatannya, mengunjungi banyak negara dalam sehari dan makan aneka makanan yang aslinya berasal dari luar Eropa. Sesungguhnya hari itu saya tidak merasa seru… hari itu saya sudah memasuki titik jenuh. Continue reading “Belgia, harusnya tidak sekedar Oldtown”

Innsbruck, Tour Tambahan di Perjalanan Menuju Lucerne

Bila anda melihat biaya tour yang ada di iklan travel agent di koran, maka sudah bisa dipastikan itu bukanlah total biaya liburan anda. Karena bentuknya iklan, tentunya mereka ingin menunjukkan banyaknya tujuan wisata sekaligus murahnya biaya. Total biaya harus ditanya dulu ke agentnya untuk segala kemungkinan biaya tambahan. Biaya lain yang mungkin timbul diantaranya adalah biaya pembuatan passport (kalau belum punya atau perlu perpanjang), biaya pembuatan visa (ke negara yang butuh visa), fuel surcharge pesawat (lumayan signifikan jumlahnya), pajak (PPN) 1%, airport tax dan tips driver beserta tour leader nantinya. Total biaya tambahan ini bisa menambah 20 – 30% dari harga di brosur.

Sudah, itu saja? Belum! Continue reading “Innsbruck, Tour Tambahan di Perjalanan Menuju Lucerne”