Membuat Visa di Kedutaan Jerman

Bisa dibilang, Kedutaan Jerman adalah Kedutaan yang paling sering dikunjungi oleh keluarga kami. Jenis visanya pun bermacam-macam. Sehingga pengalaman yang kami dapatkan pun beraneka rupa.

Satu tips untuk apply visa di kedutaan Jerman adalah, selalu jadikan website resminya sebagai panduan untuk melihat syarat-syaratnya. Infonya sangat jelas dan sudah ditulis dalam Bahasa Indonesia. Syarat tersebut bisa berubah, tergantung situasi politik ekonomi Jerman. Agen yang membantu pembuatan visa hanya membantu anda membaca dan memahami syarat di web. Kalau anda merasa cukup cerdas untuk membaca, maka pembuatan visa bisa dilakukan sendiri. Kedutaan Jerman tidak pernah menunjuk satu agen pun untuk membantu mempermudah atau mempercepat pembuatan visa.

Jangan jadikan blog seseorang sebagai referensi untuk jenis dokumen yang harus dibawa, termasuk web blog ini 😉 Syaratnya dapat berubah sewaktu-waktu. Contohnya saat saya mengurus visa study si Sulung. Di website resminya, surat untuk Deutsche Bank dialamatkan ke Hamburg. Sedangkan di banyak blog dialamatkan ke Leipzig. Tentunya saya mengikuti website resmi Kedutaan Jerman, dan benar.

Sekiranya ada keraguan, jangan segan kirim email ke Kedutaan. Dalam waktu kurang dari 24 jam (hari kerja) biasanya sudah ada jawaban. Usahakan pertanyaan di email singkat dan padat tidak bertele-tele. Silakan tulis dalam Bahasa Indonesia atau Inggris bila anda tidak bisa berbahasa Jerman. Jangan keseringan juga kirim email seperti spam, bikin orang kedutaan bete nantinya. Cara kirim email, dimulai dengan masuk web resmi Kedutaan, lalu pilih kontak. Disana ada form penulisan email beserta pilihan tujuan, kemana email anda ditujukan. Ke bagian visa atau bagian lain.

Jenis visa yang dapat di-apply ada 2, yaitu:

1.Visa Schengen, yaitu visa untuk kunjungan kurang dari 90 hari, misalnya untuk wisata, bisnis, atau untuk berobat. (Saat saya menemani minggu-minggu pertama anak sekolah di Jerman, saya apply visa schengen untuk wisata.) Syarat umum dan khusus berikut berkas dan biaya yang diperlukan untuk pembuatan visa Schengen dalam bahasa Indonesia bisa diunduh disini. (semoga linknya belum berubah).

2. Visa Nasional, yaitu untuk kunjungan lebih dari 90 Hari, misalnya untuk study, untuk bekerja, atau untuk menetap karena menikah. Untuk syarat umum, berkas dan biaya yang diperlukan dalam pembuatan visa nasional bisa diunduh di sini. Sedangkan syarat khususnya bisa dicek di sini tergantung tujuan tinggal. Siapkan waktu khusus untuk membaca syarat khusus visa nasional, karena syaratnya lumayan banyak. Ya iyalah …mau tinggal di negri orang cukup lama, sudah sepantasnya mereka tahu siapa anda dengan jelas.

Bila formulir sudah diisi lengkap secara online, langsung saja save dan print. Cek dokumen yang diprint tersebut maka akan terlihat di lembar tertentu harus anda tandatangani. Untuk form anak, yang menandatangi kedua orangtua. Ada juga form yang harus diprint dulu baru diisi dengan tulis tangan (Misal Form H3). Jangan lupa melengkapi berkas dengan dokumen pendukung yang disyaratkan baik asli maupun copynya.

Buatlah perjanjian kedatangan (appointment) secara online. Link pendaftaraan online ada di website resmi Kedutaan Jerman atau di link syarat yang saya tulis di atas. Pilih tanggal dan Jam kedatangan yang tersedia dan yang sesuai dengan waktu anda. Setelah memilih waktu dan mengisi nama, nomor passport dan alamat email, dalam selang detik otomatis akan terkirim email konfirmasi. Print email konfirmasi appointment tersebut dan bawa saat kedatangan untuk ditunjukkan di Satpam depan.

Appointment online memang mudah dilakukan tapi hati-hati dalam menentukan waktunya. Waktu yang cocok buat kita belum tentu masih tersedia. Biasanya saat menjelang liburan panjang, orang berebut daftar. Contohnya saat memasuki winter holiday di Desember, maka Oktober dan November adalah bulan padat buat apply visa. Harus cepat-cepat booking waktu sebelum keduluan orang lain.

Kalau sudah buat janji, harus ditepati dan datang ontime. Menurut info petugas Kedutaan, bila anda buat lagi appointment karena gagal datang, maka anda akan kena blacklist karena nomor passport anda sudah ter-record oleh kedutaan.

Tidak diperlukan datang sejam sebelum waktu appointment. Karena anda akan dipersilakan menunggu di trotoar di luar, dengan resiko kepanasan dan kehujanan. Kalau saya biasanya mengusahakan tiba di Menteng sejam sebelumnya. Jaga-jaga bila jalan macet. Setelah itu ngopi-ngopi cantik atau sarapan bubur di sekitar Menteng. Lalu tiba di depan kedutaan 10 menit sebelum waktu appointment.

Saat apply visa, berpakaianlah yang rapi dan sopan, menunjukkan kesungguhan anda. Celana jeans masih OK tapi tidak bersandal jepit. Saya pernah ngantri di belakang satu ibu-ibu jetset dengan sasak tinggi. Saking takutnya kepanasan, si ibu menggenakan jumpsuit celana pendek yang berbahan ringan melayang, highheal yang memperlihatkan kuku-kuku cantik, kacamata hitam dan …topi lebar. Meski terlihat …ehm…aneh, si Ibu diperbolehkan masuk, tapi harus meninggalkan topi lebar, tablet dan hp canggihnya di Pos Security.

Tidak perlu bawa banyak barang saat ke Kedutaan. Cukup berkas dokumen dan dompet. HP dan barang-barang lain yang tidak perlu, harus ditipkan di Pos Security. Oh ya ada ATM BCA di dalam kedutaan. Jadi sekiranya anda lupa atau kekurangan uang saat membayar visa, anda bisa menarik uang di ATM tanpa harus keluar Kedutaan.

Kedutaan_Jerman

Berikut adalah pengalaman kami, dalam membuat beragam jenis Visa

1. Visa Schengen untuk Anak yang pergi tanpa didampingi orangtua

Si Bungsu lah yang pertama di keluarga kami menginjakkan kaki di Jerman saat usianya masih 11 tahun. Dia pergi bersama 8 orang teman sebaya, tanpa orangtua namun didampingi oleh 2 orang grup leader usia dewasa. Durasi tinggal kurang dari sebulan. Setiap anak tinggal di satu host family yang berbeda.

Berhubung syarat visa untuk anak yang pergi tanpa orangtua tidak ada di web, maka kami mengirimkan email terlebih dahulu ke Kedutaan. Kami disarankan mengajukan visa turis untuk anak, dengan syarat-syarat yang ada di web….PLUS beberapa surat tambahan yang ditulis dalam Bahasa Inggris.

Surat tambahan yang dibutuhkan diantaranya (seingat saya):

  • Surat Penjelasan Organisasi International di Jakarta yang meng-arrange acara ini,
  • Surat Undangan dari Organisasi yang sama tapi dari perwakilan di Jerman, dan
  • Surat Perwalian dari orangtua yang menyatakan memberi perwalian si anak ke Grup Leader selama trip, menjamin seluruh biaya, dan memastikan anak akan kembali ke Indonesia sesuai jadwal.

Meski ortu tidak ikut pergi, namun kedua orang tua wajib datang saat proses pengajuan visa. Yup, betul kedua orang tua, bukan hanya salah satu. Justru si anak yang akan pergi ke Jerman tidak  diminta datang ke Kedutaan. Oleh karena itu jauh-jauh hari kami menyepakati satu tanggal yang bisa dihadiri oleh Grup leader dan orangtua.

Sayangnya, saya dan salah satu orangtua termasuk yang tidak bisa hadir pada Hari H. Bertepatan saat itu saya mendapat tugas kantor ke Tokyo. Jadilah saya harus membuat satu surat lagi atas ketidakhadiran saya. Surat itu adalah surat Persetujuan Orangtua yang harus ditandatangani di depan Notaris. Surat tersebut menyatakan bahwa saya mengetahui dan menyetujui kepergian anak ke Jerman serta menjamin anak akan kembali ke Indonesia. Syarat ketidakhadiran salah satu orangtua berlaku juga untuk orangtua yang bercerai atau orangtua tunggal. Bedanya surat yang ditunjukkan adalah surat cerai atau surat kematian.

Pada hari pengajuan pembuatan visa, saya diceritakan oleh suami betapa hebohnya grup kami. Untuk membuat visa 9 orang anak, rombongannya terdiri dari 16 ortu plus 2 grup leader. Satpam Kedutaan berulang kali memperingati kami supaya tidak berisik. Padahal para ortu hanya bisik-bisik. Tapi karena dilakukan berjamaah, suaranya seperti dengungan lebah.

Syukurlah visa anak-anak segera kami dapatkan seminggu kemudian. Yang mengambil passport adalah si group leader dengan membawa surat kuasa dari masing-masing ortu. Lancar tanpa hambatan.

2. Visa Schengen untuk liburan sekeluarga

Visa untuk liburan keluarga bisa dibilang paling mudah mengurusnya. Kami hanya mengikuti semua syarat di website. Saya menyiapkan satu berkas dokumen dalam 1 amplop plastik untuk setiap anggota keluarga. Appoinment online pun dibuat satu orang per satu waktu. Dokumen yang menunjukkan sumber dana selama bepergian, saya masukkan hanya di berkas suami. Dokumen tersebut adalah keterangan bekerja dan rekening koran 3 bulan terakhir.

Di hari pengajuan visa, kami menyebutkan bahwa kami adalah keluarga kepada Satpam yang menjaga diluar dan Petugas yang mengatur lalulintas pengunjung di dalam. Mengapa demikian? Karena waktu appointment saya berbeda 15 menit dari ketiga anggota keluarga. Dengan menyebutkan kami keluarga, maka kami dipersilakan masuk sekaligus.

Petugas penerima di dalam akan mengarahkan satu keluarga kepada 1 loket pendaftaran. Yang dipanggil maju duluan adalah Kepala Keluarga. Jadi Suami lah yang diinterview. Untungnya Suami sudah sempat saya brief sebelumnya tentang dokumen yang dia bawa dan kemungkinan pertanyaan yang timbul.

Salah satu pertanyaan penting adalah, mengapa kami apply visa Schengen di Kedutaan Jerman padahal kami mengunjungi 4 negara dalam 1 trip. Suami menjawab lancar sesuai brief saya sebelumnya, yaitu karena Jerman adalah negara pertama yang kami kunjungi dan durasi tinggalnya paling lama dibanding 3 negara lainnya. Pertanyaan lain standar lah. Tujuan pergi apa, Pergi sama siapa, ke negara mana saja dan lain-lain.

Setelah Suami selesai diinterview dan discanning sidik jarinya, giliran kami dipanggil satu persatu. Tidak lagi diinterview, tapi hanya untuk scanning sidik jari saja. Khusus untuk si Sulung yang punya visa Schengen yang dikeluarkan Kedutaan Polandia, petugas sempat bertanya juga. Kapan buat visa di Kedutaan Polandia, dalam rangka apa, pergi sama siapa. Tapi kayaknya pertanyaan tersebut diajukan karena petugasnya kepo aja deh. Selain ditanyakan dengan ramah tidak terlalu serius, si Petugas mengakhiri dengan komentar, “wah seru banget dong ya…” Oh ya si Sulung meski sudah punya visa Schengen dengan sidik jari dari Kedutaan Polandia, dia tetap melakukan scanning sidik jari di Kedutaan Jerman.

Tiga hari (kerja) kemudian, visa kami sudah jadi. Yang mengambil passport seluruh keluarga cukup saya sendiri dengan membawa copy Kartu Keluarga beserta aslinya untuk ditunjukkan ke Petugas. Anggota keluarga yang lain tidak perlu hadir.

3. Visa Nasional untuk Study

Visa Study untuk si Sulung adalah visa yang ngurusnya paling ribet dan bikin deg-degan. Si Sulung study di Jerman dalam rangka student exchange untuk 1 semester saja. Tapi ngurus visanya sama repotnya dengan yang pergi 4 tahun kuliah.

Visa Study ada bermacam jenis. Ada yang untuk mahasiswa yang sudah jelas sekolahnya dimana, ada juga untuk yang masih proses melamar di Sekolah Bahasa atau pre-university. Cukup ribet bacanya. Tapi banyak blog mahasiswa yang menulis proses pembuatan visa study dengan sangat detil. Berhubung tidak ketemu blog yang sharing cara membuat visa untuk student exchange, saya terpaksa meraba-raba proses yang seharusnya dan bersiap-siap dengan segala kemungkinan.

Yang pertama dilakukan adalah membuat Blocked Account di Deutsche Bank. Rekening yang dibekukan ini adalah saluran sumber untuk anak saat mereka di Jerman. Dana kebutuhan hidup selama setahun di transfer ke rekening ini dan anak hanya bisa mengambil 1/12 setiap bulannya. Meski si Sulung hanya study selama 1 semester, saya tetap transfer untuk satu tahun. Sebelum kepulangannya nanti, bisa diurus untuk menutup tabungan dan mentransfer dana sisanya kembali.

Untuk pembukaan rekening, sebelumnya perlu mengurus surat di Kedutaan Jerman untuk melegalisasi tandatangan dan data diri pada formulir permohonan. Dokumen yang dibawa cukup paspor dan fotokopinya serta uang 30 Euro dalam Rupiah sesuai kurs saat itu. Tidak perlu buat appointment online untuk pembuatan surat ini. Datang saja di jam kerja dan sebutkan ke Satpam depan tujuan kedatangan. Nanti akan diarahkan ke ruangan khusus, berbeda dengan ruangan pembuatan visa.

Si Sulung sendiri yang masuk untuk mengurus surat ini. Karena umurnya sudah 19 tahun, maka sudah dianggap usia dewasa dan harus mengurus sendiri tanpa didampingi ortu. Kira-kira 1 jam lah mengurus surat ini. Sebenarnya bisa lebih cepat. Kebetulan saat itu petugasnya sedang meeting, jadi lama nunggu kedatangannya aja.

Surat yang sudah dilegalisir ini dikirim ke Deutsche Bank di Hamburg. Alamatnya bisa dilihat di web resmi Kedutaan Jerman. Saya mengirim dokumen ini di Kantor Pos Besar di Pasar Baru. Biayanya lebih irit dibanding jasa kurir lainnya.

Kira-kira 2 minggu kemudian, si Sulung mendapat email dari Deutsche Bank, bahwa rekening atas namanya sudah dibuat. Dan silakan ortu transfer sejumlah uang ke rekening tersebut dari rekening bank manapun di Indonesia. Setelah itu masih harus menunggu sekitar 5 hari, Si Sulung menerima email lagi dari Deutsche Bank bahwa uang transferannya sudah diterima. Surat itulah yang diprint dan dibawa untuk pengajuan visa.

Setelah masalah Bank beres, barulah kami mengajukan proses permohonan visa. Adapun dokumen yang dibawa adalah:

  • Paspor yang masih berlaku dan dua lembar fotokopi dengan halaman yang ada fotonya. Paspor harus masih berlaku minimal 3 bulan setelah masa berlaku visa.
  • Dua rangkap formulir permohonan yang sudah diisi, Lembar Pernyataan pasal 54&55 tentang izin tinggal yang bisa didowload di web.
  • Tiga lembar pasfoto terkini ukuran 3,5×4,5 cm, satu lembar jangan direkatkan.
  • Kartu Keluarga dan copynya
  • Konfirmasi dari Sekolah di Indonesia sebagai student exchange ke Jerman
  • Konfirmasi Penerimaan student exchange dari sekolah di Jerman.
  • Print out surat penerimaan uang dari Deutsche Bank

Tiket pesawat dan asuransi tidak perlu dilampirkan. Kata Petugas loket, belum tentu diterima kok dah ngelampirin tiket pesawat. Nah loh …padahal tiket sudah dibeli.

Tempat tinggal selama di Jerman juga belum kami lampirkan. Susahnya setengah mati cari kost di Jerman. Saya menuliskan di link berikut ini, apa saja yang saya bantu untuk persiapan exchange study sebelum berangkat dan setelah tiba di Jerman. Jadi untuk sementara, si Sulung hanya melampirkan bukti melamar dorm di pusat dorm di Cologne, tempat dia study nanti. Juga booking hotel yang belum dibayar selama 2 minggu saat mencari dorm. Entahlah apakah dokumen ini berpengaruh atau tidak.

Sudah 6 minggu proses pengajuan, belum ada khabar dari kedutaan. Mulailah kami deg-degan. Si Sulung coba kirim email dan segera dijawab bahwa masih dalam proses. Memasuki minggu ke-8 penantian, atau 3 minggu sebelum keberangkatan, saya nekat datang ke Kedutaan untuk apply visa turis untuk mendampingi si Sulung. Nah ceritanya berlangsung ke bagian ke-4 di bawah ini….

4. Visa Schengen untuk orangtua yang mendampingi anak study

Berhubung semua keperluan study si Sulung diurus sendiri tanpa agen, maka Suami berpikir, saya harus mendampingi si Sulung selama 2 minggu pertama. Selain  untuk mengajari cara hidup mandiri di Jerman, saya juga membantunya mencari kost.

Saya mengajukan Visa Schengen untuk tujuan wisata, karena saya tinggal di hotel selama kunjungan. Meskipun kenyataannya nati saya sama sekali tidak sempat wisata selama di sana. Jadi tidak diperlukan surat keterangan lain untuk tinggal, hanya surat reservasi hotel.

Saat apply visa, status saya sudah bukan pegawai swasta lagi, jadi tidak ada penghasilan tetap. Saya sempat kirim email ke Kedutaan, apakah perlu surat keterangan bekerja suami dan rekening koran suami sebagai sponsor atau cukup rekening koran saya pribadi. Saya tidak mau merepoti Suami untuk surat-surat itu. Sehari kemudian pihak Kedutaan menjawab, bila rekening tabungan saya dirasa cukup sebagai biaya jaminan hidup di Jerman selama masa tinggal, walaupu saya tidak bekerja lagi, maka tidak diperlukan lagi rekening suami.

Semula, apointment saya diajukan bersamaan dengan si Sulung mengajukan visa study. Alhasil … visa saya dikembalikan oleh petugas. Alasannya, visa study membutuhkan waktu 6-8 minggu untuk approval. Sedangkan visa turis hanya butuh waktu kurang dari seminggu. Jadi saya diminta menunggu hingga visa study anak keluar, baru saya mengajukan visa saya.

Petugas memberikan kode khusus untuk saya booking online appointment yang kedua. Menurutnya, tanpa code khusus itu, kemungkinan appointment saya bisa didelete karena dianggap appointment pertama gagal hadir tanpa penjelasan.

Nah melanjutkan cerita pembuatan visa study anak di atas, saya nekad bikin appointment kedua, sebelum saya menerima info tentang selesainya visa student si Sulung. Tujuan saya nekad sebenarnya sekalian untuk menanyakan langsung ke Kedutaan bagaimana status visa student anak. Maklumlah sudah 3 minggu mau berangkat kok belum ada kepastian juga.

Untunglah petugas yang menerima saya di appointment kedua adalah petugas yang sama saat menerima saya pertama. Sambil memeriksa berkas dokumen saya, sekalian sang petugas yang baik hati mengecek status visa student si Sulung. Puji Tuhan, ternyata visa student sudah di-approved dan berkasnya ada di meja atasan sang Petugas. Paling 2 hari lagi, paspor sudah bisa diambil. Kenekad-an saya ternyata membuahkan hasil.

Akhirnya visa Schengen saya jadi dalam 3 hari. Saya mengambilnya berbarengan dengan visa student si Sulung. Barulah kami bisa bernapas lega karena visa sudah di tangan. Tepat 17 hari sebelum keberangkatan.

Note:Visa si kakak tertulis Visa utk Student di Universitas A berlaku hingga 3 bulan sejak kedatangan. Selanjutnya si kakak memproses sendiri perpanjangan visa di Jerman.

Advertisements

Author: javanicblue

https://javanicblue.wordpress.com/about/

81 thoughts

  1. Kbtulan sekali mnemukn web ini. Anak sy mau ada pertukaran pelajar ke Jerman bln des selama 3 minggu. Perlu apply national visa atau schengen visa?

    Like

    1. Terimakasih sudah mampir. Untuk membuat visa, yang dilihat lebih dulu adalah lamanya tinggal. Meskipun tujuannya untuk study, tapi karena lamanya tinggal kurang dari 90 hari, maka yang dibuat adalah visa schengen.

      Like

      1. Halo selamat siang.. saya mau tanya untuk visa jerman kalau saya berangkat dengan ibu saya dan semua perjalanan ibu saya yang tanggung apa saya hanya harus lampirka 1 surat sponsor? dan untuk janji temu nya apakah bisa kategori keluarga? karna hanya kami berdua yang pergi. atau harus janji temu 1 per 1? terimakasih ..

        Like

      2. Hai Narina. Pertanyaan anda mengambang, krn sy tdk tau situasi anda. Apakah ibu anda bekerja? kalau ya, tdk perlu surat sponsor. Tujuan anda ke Jerman utk apa? Coba diisi dulu formnya supaya kebayang request kedutaan utk visa.
        Janji temu hanya 1 orang per janji. Buatlah janji temu di waktu yang sama atau berdekatan bila apply untuk 1 keluarga

        Like

  2. Saya ada urusan kantor yang mengharuskan saya pergi ke kantor pusat di Jerman mungkin hanya 2 minggu. Apakah tanpa perencanaan, kalau weekend saya bisa berkunjung ke paris 1 atau 2 Hari?

    Like

    1. Kalau visa Schengen sudah di tangan, sebenarnya kita bisa bepergian ke semua negara-negara Schengen tanpa halangan. Tapi kalau saya pribadi lebih baik merencanakan kunjungan dengan seksama dan stick to the plan, agar tidak ada kesulitan bila apply visa schengen di kemudian hari

      Like

      1. Terimakasih banyak atas responnya yang sangat cepat. Jadi maksudnya kunjungan ke paris ini saya harus rencanakan ketika apply visa? apakah harus beli tiket kereta api dulu tujuan Paris sebelum apply visa? bagaimana kalau tidak jadi ke Parisnya? Terimakasih. Two Thumbs Up for this Blog.

        Like

  3. Wah, blog yang sangat informatif. Saya ingin bertanya Admin. Untuk membuat blocked account Bank berapa dana yang harus disiapkan? Di web tertulis 8ribuan EUR. Benarkah sebesar itu?

    Like

  4. Hallo selamat malam,
    Maaf mau tanya, saya ingin berlibur ke jerman dan ingin menkunjungi teman saya disana, sayapun akan tetap dirumahnya selama di jerman.

    Salah satu persyaratan utk apply visa membutuhkan sebuah surat undangan.
    Itu kira2 bentuknya bagaimana ya? Apa yg sy perlu kasih tau ke teman saya yg disana?
    Terima kasih 🙂

    Like

    1. Halo juga. Maaf saya tidak punya pengalaman yg persis sama yaitu menginap di kenalan. Sepertinya syarat yg dibutuhkan lebih banyak dibanding bila menginap di hotel (yg hanya butuh konfirmasi booking hotel) Pihak Kedutaan tentunya akan minta bukti bahwa teman anda itu nyata bukan fiktif, seperti apa pertemanan anda (baru kenal bbrp hari atau sdh bertahun-tahun),apakah teman anda mempunyai ijin tinggal legal di Jerman (ID Card/visa), dan apakah teman anda mempunyai/menyewa rumah secara legal. Surat undangan hanyalah hal kecil yg harus disiapkan teman anda, dibanding dokumen pendukung lain tersebut. Supaya lebih jelas dan tidak salah langkah, baiknya tanyakan saja langsung lewat email ke Kedutaan Jerman

      Like

      1. Boleh ikut menjawab? Aku tinggal di Jerman dan begini caranya…
        Kalau aku ngundang keluarga dari Indonesia, maka di Jerman aku harus pergi ke Ausländeramt di kota tempat aku tinggal kemudian mengutarakan maksudku, lalu aku disuruh mengisi formulir Verpflichtungserklärung tentang kesanggupan untuk membiayai semua pengeluaran yang diundang selama tinggal di Jerman. Ini akan menyangkut banyak faktor tapi secara umum adalah tentang kondisi keuanganku dilengkapi dengan bukti-bukti akurat.

        Jika sudah disetujui,maka surat undangan ini aku kirim via pos ke Indonesia sebagai lampiran mengajukan visa, dan mereka selalu dapat visa Schengen.

        Semoga membantu dan selamat berlibur di Jerman ya… kalau perlu info tempat wisata di Jerman silahkan kunjungi travel blog-ku http://ketimpringan.com

        Like

  5. Blog yg sangat memberikan informasi. Saya ini bertanya terkait hrg prmbuatan visa 8640 euro, berarti sekitar 129 juta. Apakah ini hanya biaya pembuatan visa atau deposit biaya utk tinggal di sana? (Akan melakukan study kurang dari 3 bln yg berarti membuat visa schengen)

    Like

    1. waaah …mahal banget kalau biaya pembuatan visa sampai 8000an Euro. Itu deposit biaya hidup setahun kalau buat visa nasional untuk study. Biaya pembuatan visa schengen 60 Euro dibayar dalam Rupiah sesuai kurs yang berlaku.

      Like

      1. Kalau kita pelajar buat visa schengen tp mau lebih dari 3 bulan lebih dkit aja bisa di perpanjang? Atau bisa request gitu?

        Like

      2. Setahu sy visa schengen tidak bisa diperpanjang di negara tujuan. Anda harus keluar dulu dari negara schengen sebelum masa berlaku visa habis, dan membuat visa schengen yang baru. Untuk lebih jelasnya, tanyakan saja langsung ke Kedutaan Jerman by email.

        Like

  6. Sy mw tanyak mbak… Sy mw mengunjungi keluarga pacar sy di Jerman… Apakah saya memerlukan undangan dari keluarga pacar sy? Karna untuk sementara ini pacar sy kerja di Australia dan belum punya pekerjaan di Jerman? Dan apakah wajib kita ngisi untuk kunjungan ke negara lain selain Jerman?

    Like

    1. kalau anda berniat tinggal di rumah mereka, maka anda perlu surat undangan. tapi kalau seluruh biaya perjalanan atas tanggungan sendiri dan tinggal di hostel/hotel, maka tidak perlu. Ya negara lain selain jerman dan tempat anda tinggal nantinya harus dijelaskan

      Like

  7. bulan ini saya ada rencana ke jerman, tapi kebingungan ketika harus memilih visa turis atau kunjungan. tujuan saya mau study banding yayasan kami dengan yang ada disana, buat kami visa apa yg lebih cocok dan mudah didapatkannya?

    Like

    1. kalau berdasarkan pengalaman sy, yg palling mudah adalah visa turis. Tapi yg paling cocok utk anda, silakan dibaca lagi syarat-syaratnya. Yang jelas pembuatan visa harus jujur dan disiplin

      Like

  8. Saya mau tanya, saya akan mengurus visa nasional untuk aupair. Namun keluarga di jerman masih liburan dan tidak bisa membuatkan saya asuransi kesehatan sebelum sy tiba di jerman. Di peraturan yg saya baca di web kedutaan tertulis apabila asuransi tidak terdalam kontrak maka minimal harus memiliki asuransi perjalanan 3 bulan pertama. Apakah bisa asuransi kesehatan saya urus di Indonesia? Terimakasih banyak 🙂

    Like

    1. Pengalaman anak saya, pembuatan asuransi kesehatan Jerman memang harus dipastikan dulu orangnya sdh tiba di Jerman. Jadi saat brkt anak saya memakai asuransi perjalanan utk 3 minggu. Kasus ini untuk visa student.

      Like

  9. Saya mau tanya rencana sy, suami dan satu putra sy mau mengunjungi anak yg sedang study
    di Jerman 28 April dan sy sdh dapat tgl/hari untuk pengurusan visa tapi kemarin sy daftar cuma satu paspor a/n saya saja , apakah suami dan anak sy harus daftar sendiri2 atau cukup satu nama sy saja mewakili anak dan suami

    Terima kasih

    Like

    1. Visa negara manapun berlaku individual, tidak berlaku perwakilan. Artinya 1 paspor harus menyerahkan 1 berkas dokumen sesuai syarat, dan membuat appointment masing2 untuk interview. Untuk satu kelompok/keluarga, sebaiknya appointment berada di hari dan jam yang sama sehingga memudahkan pihak Kedutaan saat cross check data

      Like

  10. Hello admin saya mau tanya,
    Dalam surat undangan saya dari hotel di jerman menyatakan saya akan melakukan job training bulan maret sampai bulan septeber..
    Tetepi saya baru melakukan permohonan visa bulan maret tanggal 15.. dan kita tau membuat visa membutuhkan waktu yg cukup lama dan mungkin visa saya akan keluar bulan april atau mei…
    Padahal dalam semua surat menyatakan saya akan training bulan maret sampai september..
    Saya mau tanya apakak itu akan berpengaruh untuk pembatalan visa??
    Mohon informasinya admin

    Like

    1. Ketidaksesuaian data memang berpengaruh dalam diluluskan atau ditolaknya visa. Bila anda bisa menjelasakan dengan baik saat interview mengapa mengurus visanya terlambat mungkin (mungkin loh ya…) masih bisa dipertimbangkan. Ada baiknya ada dokumen resmi yang menjelasakan mengapa terlambat dalam mengurus visa.

      Like

  11. Hallo, saya mau tanya untuk formulir visa schengen di bawah 90 hari harus di isi menggunakan PC lewat aplikasi videx kemudian di print atau boleh download formulirnya dan ditulis tangan ?
    Terima kasih

    Like

    1. Hallo juga. saya tidak pernah mengunduh formulir lalu isi dgn tulis tangan. Selain krn tulisan tangan saya jelek, pengisian formulir secara online (videx) mempercepat proses karena data langsung tercapture.

      Like

  12. maaf min, saya mau tanya dong, saya apply untuk menjadi volunteer di jerman dan ternyata lolos dan harus disana selama 1 tahun, apakah saya apply via nasional saja? trus untuk biaya visanya berapa ya? thankss

    Like

  13. Halo, Mbak. Terima kasih sekali sudah sharing pengalamannya.
    Mau tanya apa semua dokumen pelengkap untuk pengajuan visa schengen turis perlu dibuat dalam bahasa Inggris?
    Lalu saat mengisi pengajuan dengan aplikasi Videx, saya tidak dapat mencentang kolom keterangan “Biaya perjalanan & Biaya hidup”, “Dana biaya hidup”, dan “Pengambil alihan biaya perjalanan”, apakah Mbak Javanicblue mengalami kendala yang sama? Jika iya, apa yang sebaiknya dilakukan?
    Terima kasih.

    Like

    1. Halo juga. Dokumen resmi yang dikeluarkan oleh Kependudukan Indonesia spt KTP, KK, Akte Kelahiran tidak perlu diterjemahkan. Tapi dokumen pendukung dari lembaga swasta seperti keterangan Bank, surat keterangan bekerja/sekolah, dll sebaiknya dalam bahasa Inggris.
      Bagian yang tidak bisa dicentang maksudnya dibagian “Reference” ya? Klik/Pilih dulu “Type of Reference”. Pilihan anda akan menentukan kolom mana saja yang harus diisi. Kalau hendak bepergian sebagai turis pilih “Hotel”. Kalau anda pilih “No reference person” maka semua kolom akan menutup tidak bisa diisi. Karena ini berarti tujuan kedatangan anda ke Jerman dianggap tidak jelas.

      Like

      1. Ya ampun! Untung tanya sama Mbak Javanicblue, hampir saya isi “No reference person” karena saya pikir pilihan “hotel” hanya untuk pemohon yang diundang oleh hotel terkait keperluan acara conference atau training, dsb.
        Terima kasih banyak ya, Mbak. ❤

        Liked by 1 person

  14. Hi mba, seperti yang mba cerita diatas bahwa pada saat yg dijadwalkan datang ke kedutaan, mba tidak bisa hadir sehingga harus membuat surat pernyataan yg di ttd didepan notaris. Kalau boleh saya tahu berapa biaya notaris utk itu? Apakah suratnya juga harus dibuat oleh notaris atau cukup ttd notaris dan stempel cap notaris? Apakah notaris sudah biasa membuat surat seperti itu?#sorry pertanyaan borongan☺

    Like

    1. Hi juga. Ini pembuatan visa untuk anak ya. Biaya notaris kalau tidak salah 200rb. Surat kita sendiri yang buat, notaris akan mengecek isinya dan kesesuaiannya dgn hukum. Seingat saya harus bawa akta kelahiran anak, dan KTP saya. Baiknya ditanyakan dulu ke notarisnya, untuk pengesahan surat utk tujuan ini, dokumen apa yg harus dibawa (maaf sdh 4 thn yg lalu sy agak lupa). Surat pernyataan tsb saya ttd di depan notaris lalu disahkan (stempel dan ttd notaris)

      Like

  15. halo, saya mau tanya, kalau misalkan di tanggal yang sudah saya lakukan appointment di website dubes jerman di tgl X, namun tiba2 ada urusan mendadak yang sangat penting sehingga saya tidak menghadiri appointment, apakah saya akan diblacklist walaupun saya sudah melakukan cancellation melalui web yang sudah diberikan di email? dan apabila iya (kena blacklist), butuh kira kira berapa lama hingga saya bisa melakukan appointment di web lagi ya? mohon bantuannya kalau tahu, terima kasih..

    Like

  16. Hello, Mba. Javanicblue,
    Saya mau tanya sedikit info dong. Saya kebetulan harus berangkat pada tanggal 27Mei ini dan saya lihat, pengurusan VISA schengen ternyata sekarang 10 hari, lalu ketika saya mau buat appointment, ternyata sudah penuh dan paling cepat available di tgl 19, dimana sudah tentu saya akan terlambat.
    Apakah ada cara lain untuk hal ini? ataukah bisa request untuk dimajukan jadwalnya? atau di Jerman bisa melakukan VOA (Visa on Arrival)?
    Terimakasih.

    Like

    1. Halo. Sy tdk punya pengalaman yg sama. Saran sy sih booking saja appointment tgl 19 sambil email ke Kedutaan mengenai kasus anda. Tapi benarkah skrg 10 hari? Krn terakhir sy apply bulan november 2016, visa jadi dlm 3 hari. Asalkan semua dokumen lengkap dan tujuan kedatangan wajar tdk mencurigakan.

      Like

      1. Vielen Danke untuk share informasinya ya.
        OK, saya sudah booked di tanggal itu. Setelah discuss ke kedubes di JKT ternyata 3 hari kerja (HK), sementara di consulat representative Bali dan Surabaya ternyata 10 HK.
        Demikian informasinya. Terimakasih untuk sharingnya ya, really helpful.
        Please don’t mind if in further time, i have another question ya. Glad to share in between.

        Liked by 1 person

  17. Halo mbak. Terima kasih banyak atas artikel ini, sangat membantu saya yang akan apply visa schengen dari kedutaan Jerman!
    Ada yang ingin saya tanyakan, untuk surat keterangan bekerja apabila tidak mencantumkan gaji apakah bisa? Jadi hanya surat keterangan bekerja saja.
    Lalu untuk membuat appointment, apakah harus mengisi formulir yang online terlebih dahulu baru bisa buat appointment?
    Apabila negara yang dikunjungi bukan hanya jerman, apakah tiket pesawat dari 1 negara pindah ke negara lain juga harus dilampirkan?
    Dan yang terakhir, apakah kita perlu membawa formulir yang diisi tulis tangan lagi apabila formulir telah diisi melalui website?
    Mohon bantuannya. Terima kasih sebelumnya.

    Like

    1. Halo juga. Wah pertanyaannya borongan banget 😀
      1. Surat keterangan kerja tidak perlu keterangan gaji (biasanya surat keterangan dikeluarkan HRD Admin, sedangkan keterangan gaji oleh HRD Payroll). Tapi rekening tabungan sy pakai tabungan aktif yg ada transferan gajinya dan sy lampirkan juga slip gaji.
      2. Web link utk appointment berbeda dgn web link utk form online. Jadi appointment bisa dilakukan lebih dulu sblm pengisian form utk booking waktu. Pastikan saja anda punya waktu cukup utk menyiapkan berkas sblm appointment.
      3. Bila “negara lain” yg dimaksud masih di wilayah Schengen countries maka semua rencana perjalanan (itinerary, hotel dan pswt/kereta) harus dilampirkan. Harus lengkap dr anda masuk ke schengen countries sampai completely out from there.
      4. Save dan print formulir online yg sdh diisi, karena ada bagian yg hrs ditandatangani. Tidak perlu tulis tangan.

      Like

  18. Halo mbak, mau tanya dikit dong..
    Apakah pengisian formulir utk student visa harus menggunakan bahasa Jerman? Atau bhs inggris saja boleh?

    Terimakasih

    Like

  19. siang mbak,, makasih yah artikel nya sangat membantu..
    saya mau nanya, kok susah sekali yah buat appointment. maksud nya web yg dituju setiap saya buka tidak bisa.. ( https://service2.diplo.de/rktermin/extern/choose_realmList.do?locationCode=jaka&request_locale=en ) selalu loading lama, lalu muncul tulisan :
    This site can’t be reached
    service2.diplo.de took too long to respond.
    adakah yang sama dengan saya ?
    saya sudah kirim email ke kedubes melalui kontak, bagian visa, tlp juga tidak diangkat..
    saya cek koneksi internet saya ok, apakah ada yg harus saya centang atau bagaimana..
    trims atas bantuannya..

    Like

      1. disini ga ada yg bisa ditanyain ttg internet mbak.. berarti settingan di saya nya yah ?
        saya mau book untuk di atas tanggal 19 juni ini.. mau lihat jadwal yg available kapan,,dan disesuaikan dgn jadwal yang ada..
        Trims mbak..

        Like

  20. Terima kasih untuk informasinya,
    saya mau sedikit bertanya, saya kan mau urus visa untuk ikut suami dan dr informasi yang saya dapatkan dari kedutaan, ada persyaratan harus ada undangan dai suami,
    disini permasalahannya suami saya bingung, undangan yang harus dibuat itu undangan seperti apa dan harus bikin dimana? apakah mbak bisa membantu memberikan informasinya, mungkin mba paham untuk masalah itu….

    dan satu lagi mba, soal asuransi, untuk pembuatan visa national, saya harus bikin asuransi apa yah? kesehatan atau perjalanan??
    terima kasih ya Mbak

    Like

    1. Mbak silakan scroll up ke atas bagian tanya jawab ini. Ada jawaban dari Haris-ketimpringan.com yang menjelaskan cara membuat undangan.
      Mengenai Asuransi utk visa nasional saya juga pernah jawab di atas.

      Like

  21. selamat siang mbak,, makasih banyak artikelnya sangat membantu.

    mbak, saya mau tanya untuk visa schangen, apakah saya harus punya asuransi?
    (karena keluarga melarang praktik asuransi jadi saya tidak punya asuransi)

    atau kita bisa buat asuransi perjalanan dimana ya di Indonesia?

    Like

  22. Hi mbak, saya mau tanya, saya baca persyaratan pembuatan visa schengen di kedutaan yang berbeda beda. Yang saya lihat, setiap kedutaan punya ketentuan “financial means” nya. (Kalo Jerman €45/day/person, Belanda €34/day/person dll) Apa jumlah uang yang ada di dalam bank account harus menyesuaikan negara negara yang akan kita pergiin atau hanya sesuai ketentuan kedutaan Jerman saja? Thx

    Like

  23. Hi Mbak.. seneng banget nemu blog ini, mau tanya.. ini aq ada undangan meeting di munich jerman tanggal 25 September ini, aq dengar kalo kedutaan jerman ini salah satu yang susah.. karena harus mengurus sendiri ( he he maklum tadinya berharap kalo urusan kantor akan di dibantu oleh kantor ) tapi teryata harus mngurus sendiri.. tapi begitu baca blog ini serasa ada pencerahan ( he he jadi curhat ).. ini yang aq mau tanya.. di kolom TRAVEL DATA .. koq ada 3 kolom ya.. masing masing buat pertanyaan mainpurpose of the journey, member state of destination , intende date of arrive …. bedanya apa ya.. kolom 1 , kolom 2 dan kolom 3

    Like

    1. Hi Wulan, senang bisa membantu. 3 kolom itu disediakan kalau mau bepergian selain Jerman. Misalnya main purpose pertama utk bisnis di Jerman. Lalu purpose kedua wisata ke Belanda. Ingat ini Visa Schengen bukan visa Jerman saja, maka semua negara Schengen yang akan dikunjungi saat trip harus disebut dan ditunjukkan juga bukti pemesanan hotelnya. Kalau jumlah negara yg dikunjungi lebih dari 3 kolom itu maka bisa dirinci detail di Form Pemberitahuan Lembar Perjalanan

      Like

      1. Mbak sudah mengerti.( aq sudah pake versi bahasa indonesia ) . semua berkas sudah aq isi, aq sudah aktifkan permohona di simpan. Setelah itu langkahnya apa lagi ya ?? saya lihat ada Tulisan ” data data permohonan yang tersimpan di ungguh upload ) ada lagi Barcode scan. dan permohonan baru … waduh jadi binggung lagi, soalnya pas aq klik data data permohonan yang tersimpan di ungguh upload, kaq tidak nemu list data apa saja yang perlu upload ?? oh iya bisanya kalo form applykasi online biasanya ada kata submid ,, makanya keder juga….

        Like

      2. hhhmmm…saya jadi ikutan bingung. Perasaan tidak serumit itu. Tidak ada dokumen yg diupload. Isi form videx maka semua yg diisi di form akan terupload ke server kedutaan. Tinggal diprint dan siapkan dokumen pendukung lain. Santai aja ngerjainnya…gak usah deg2an 😉

        Like

    2. maaf ya mbak jadi merepotkan.. ini ada statement ” termasuk semua barcode ” dicetak dan dilampurkan ……… maksudnya apa ya ??

      Atauaq hanya perlu isi form ( di cetak .. saja .. dan berkas2 lain tidak perlu aq upload
      berkasnya karena saya undangan meeting jadi perlu disiapkan ( passport/ Foto/ surat undangan / rek tabungam 3 bulan / surat keterangan kerja ) hanya dilampirkan saat ke kedutaan ??

      Formulir permohonan  Asli
      https://videx.diplo.de
      Dalam pengunaan aplikasi VIDEX versi bahasa Jerman atau bahasa Inggris atau bahasa Indonesia diisi menggunakan PC dan formulirnya– termasuk semua Barcode – dicetak dan dilampirkan.

      Like

      1. malam mbak,,, yeiii visa ku sudah ai approve, aq ke kedutaan tanggal 6 sept dan jadi tanggal 9 sept,, makasih ya mbak bener bener terbantu sama mbak

        Liked by 1 person

  24. selamat siang mbak, mau nanya anak saya sudah 4 minggu yang lalu mengurus visa untuk melanjutkan pendidikan S2 ke jerman. Kira2 berapa lama ya waktu pengurusan visa sampai visa diterima. Terima kasih

    Like

  25. Siang mbak, saya mau tanya. Di syarat berkas-berkas kan dilampirkan pasfoto 2 lembar, yang 1 lembar disisipkan, yang satu lembarnya lagi ditempel ke formulir permohonan bagian kanan atas, nah kalau isi form VIDEX, fotonya ditempel tetap di bagian kanan atas atau dua-duanya disisipkan mbak? Tolong infonya ya mbak, terimakasih 🙂

    Like

  26. Selamat pagi mba, maaf mau tanya, di aplikasi disebutkan kita harus membawa konfirmasi hotel dari pihak hotel langsung bukan dari agen seperti booking.com atau agoda, nah apa ini benar? kalau begitu saya harus booking satu persatu dong yah ke hotel yang akan saya inapi padahal saya rencana dalam 2 minggu akan menginap di 6 hotel yang berbeda, yang tadinya saya boking lewat booking.com dengan harapan bisa cancel apabila visa tidak diapprove. Makasih mba

    Like

    1. Apakah peraturannya menyebutkan hal itu? Karena saya pakai booking.com juga dan tidak masalah tuh. Tapi saya mix juga dengan tiket perjalanan kereta yang sudah dibayar. Yang penting menunjukkan perjalanan kita real bukan hanya plan 🙂

      Like

  27. Selamat siang bu. Perkenalkan saya Haris. Saat ini sedang dalam proses membuat visa Schengen untuk keberangkatan bulan April. Beberapa berkas sudah saya persiapkan. Yang belum tinggal berkas yang berkaitan dengan keuangan. Adakah referensi untuk menentukan minimal uang di tabungan? Rencana perjalanan yang akan saya lakukan adalah 14 hari (kunjungan keluarga)

    Like

    1. Selamat pagi. Saya tidak pernah tahu brp hitung2an jumlah tabungan yang harus ada. Saya hanya memastikan tiket pesawat, hotel, transport lokal, makan dan uang saku selama di sana tercermin/tercover dalam tabungan kita.

      Like

  28. Salam kenal bu, saya mau tanya kalo saya mau bikin itinerary sementara dengan tujuan beberapa negara eropa, apakah ibu punya pengalaman booking tiket kereta/bus yg bisa dicancel? Kalo ada bagaimana caranya ya bu? Karena saya baca di web jerman reservasi tiket kereta/bis hrs disertakan juga. Terimakasih sebelumnya.

    Like

    1. Hai. Ya betul tiket kereta/pswt dalam Eurozone ditanyakan juga. Kalau saya sih saat apply visa semua itin sudah fixed. Pernah sekali cancel kereta karena terpaksa, masih bisa dilakukan tapi kena cancelation fee krn pesannya tiket promo. Waktu itu pesan online kereta jerman di bahn.com, Kalau beli flexible ticket yg harganya lbh mahal tidak kena cancelation fee. Paling rugi di selisih kurs krn belinya pakai kartu kredit.

      Kalau negara yg dikunjungi sudah pasti tapi tanggalnya yg belum, maka bisa beli Eurail Pass. Lebih mahal tapi flexible di pengaturan tanggal

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s