Mt Fuji dan Hakone dengan Tour Lokal

Saat traveling sendiri, kami suka ikut travel tour lokal untuk mengetahui info lebih banyak tentang budaya dan wisata setempat. Alasan lainnya, pengen juga ada jeda sehari dimana kami gak pusing liatin rute kereta dan bis. Cukup duduk manis, kami bisa wisata dengan rute yang lumayan ribet, dan yang penting gak dibawa ke tempat belanja. Salah satu travel agent yang cabangnya ada di banyak negara adalah Grey Line. Memang harganya lumayan mahal untuk ikut travel ini, tapi selama ini tour guidenya bagus, bisnya nyaman dan pilihan wisatanya juga ok. Uniknya lagi kita bisa nambah teman baru dari berbagai negara selama di bis.

Tour yang kami ikuti adalah ke Gunung Fuji dan Hakone. Berangkat naik bis pulang naik Bullet Train. Biayanya all in 16.000 Yen sudah termasuk lunch yang ok banget. Tentunya semua harus booking online. Hampir setiap hari mereka beroperasi. Tahun baru mereka mulai beroperasi tgl 4 Jan, sebelumnya libur.

Tour diawali dengan menjemput peserta tour dari beberapa hotel besar di lokasi strategis. Kami harus berjalan kaki dulu ke hotel tempat penjemputan, dan berkumpul di lobby untuk menunggu. Gak lama satu persatu rombongan peserta dari berbagai bangsa yang menginap di area shinjuku mulai berdatangan ke hotel itu. Seorang ibu-ibu petugas travel mengabsen semua peserta dan membagikan stiker untuk ditempel di lengan. Stiker itu untuk membedakan traveler yang ikut full day program atau turun di Hakone untuk menginap. Tepat seperti jam di tiket pemesanan, bus datang gak ngaret. Selanjutnya bus masih menjemput beberapa orang lagi di beberapa hotel yang berbeda. Saya perhatikan 40% peserta tour adalah orang Indonesia.

Setelah semua dijemput, bus mulai memasuki jalan tol keluar kota. Mulai lah tour guide kami yang cantik memperkenalkan diri dengan bahasa inggris yang sedikit ada aksen Jepang tapi masih mudah dimengerti. Selama perjalanan dia ngoceh terus menceritakan tentang budaya Jepang, living cost di Tokyo, keluarga Jepang, sekolah di Tokyo, Geisha, Kaisar dan keluarganya, cara berhitung 1 – 10 dalam bahasa Jepang, dan banyak hal lain yang informatif. Bahkan lengkap dengan gambar sederhana yang ditunjukkan ke seluruh penumpang dengan interaktif. Pokoknya gak ada capeknya nih orang.

Memasuki kaki gunung Fuji, dia mulai cerita tentang Gunung Fuji dan segala mitosnya. Ada hal yang mencengangkanMelodyRoad seluruh penumpang bus, saat dia menceritakan Melody Road. Jadi ada suatu jalan yang kiri-kananya hutan pinus, dimana saat kita melewati tempat itu dengan kendaraan, maka akan terdengar desiran angin yang menyanyikan lagu rakyat Jepang. Kami masih senyum gak percaya, saat dia bilang, “there is no trick here”. Lalu mic-nya dimatikan. Susana hening dan terdengarlah lagu yang mirip desiran angin. Kami takjub dan beberapa remaja malah merasa ngeri karena  suasananya jadi agak mistis. Lagunya pendek saja, tapi itulah lagu yang membuat orang mendesis “woooow…” saat lagunya berakhir. Saya penasaran. Belakangan saya browsing ternyata ini semata-mata teknologi, bukan mistis. Sejumlah ahli tehnik Jepang membuat guratan tertentu di jalan aspalnya, sehingga bila dilalui pada kecepatan tertentu terdengar desir angin dari roda ban dan terdengarlah melodi lagu rakyat. Ada-ada aja.FujiYama

Sampai juga kami di kaki gunung Fuji di stasiun ke-6. Stasiun ini adalah menara pengawas. Stasiun tertinggi yang bisa dilewati bis adalah stasiun 5. Tapi karena area itu sudah tertutup salju tebal, kami hanya bisa ke stasiun di bawahnya. Pemandangannya masih bagus. Malah kami beruntung, karena saat tiba matahari bersinar cerah dan awan yang menutupi puncak gunung Fuji sempat menyingkir. Bagus banget buat foto.

Selanjutnya kami dibawa makan siang di sebuah hotel di Hakone dan langsung lanjut naik sky gondola atau ropeways. Perjalanan kereta gantung ini berakhir di Owakudani Valley. Ini semacam Tangkuban Perahu lah. Bau belerang juga, tapi pengelolaan wisatanya jauh lebih rapi. Ada 2-3 toko merchandise yang menjual souvenir dan panganan Jepang. Yang terkenal disini adalah telor hitam, telor rebus yang digodog di panasnya air belerang. Gak usah tergoda untuk beli, rasanya sama aja telor rebus.

Sebenernya saya tidak terlalu suka belanja, tapi daripada nunggu diluar dingin banget, jadilah saya masuk toko yang sudah pasti ada heaternya.Eh ujung-ujungnya belanja juga. Saya tertarik beli sake yang dikemas dalam botol kaca bening. Uniknya botolnya berbentuknya seperti kaleng minuman soda. Lucu kan? Satu kemasan ada 3 jenis sake berbeda. Beli deh satu buat koleksi.

Dari sana perjalanan berlanjut lagi dengan bus ke Lake Ashi, berkeliling danau dengan kapal bajak laut. Pemandangan di sini spektakuler. Sempat agak males foto-foto, karena mending bengong mengagumi pemandangan. Tapi toh saya si manusia tropis ini gak kuat berlama-lama di geladak kapal. Setelah foto dengan senyum yang hampir beku, mulailah mencari-cari ruangan dalam kapal yang ada heaternya.

ParrotShip     LakeAshi

Danau Ashi adalah tempat wisata terakhir. Selanjutnya kami dibawa ke stasiun kereta, karena kami memilih pulang dengan Nozomi si bullet train. Hanya tersisa 2-3 orang wisatawan yang memilih pulang naik bis. Kalau pulang naik bis, memang biayanya lebih murah.

Sebelumnya saya sudah pernah naik shinkansen dari Tokyo ke Osaka. Jadi tidak terlalu aneh lagi naik kereta super cepat ini.Tapi buat suami dan si sulung, naik bullet train pertama kali ini menjadi pengalaman tersendiri. Saat menunggu kereta kami datang, kereta lain meliwati peron dengan kecepatan tinggi. Baru lihat kepalanya muncul eh 2 detik kemudian sudah tinggal kelihatan ekornya….Wuuuush lewat dengan desing yang keras. Sebaliknya di dalam kereta cepat ini, tidak terasa kecepatannya. Kabin senyap. Penumpangnya juga sibuk dengan gadget masing-masing. Saya pun terkantuk-kantuk hinga sampai tujuan.

Advertisements

Author: javanicblue

https://javanicblue.wordpress.com/about/

5 thoughts

      1. Iyah benar, tempat yang bagus untuk menarik diri sejenak dari cepatnya Tokyo ya. Akan kembali ke sana kalo punya kesempatan lagi.dan dipastikan tidak semalam saja seperti sebelumnya, dan sebisa mungkin liat Gunung Fuji dari Hakone. 🙂

        Liked by 1 person

    1. Tour dgn travel lokal ke hakone tgl 1-3 Jan libur. Tapi kalau jalan sendiri silakan dicoba. Bis tour waktu itu lumayan penuh. lokasi wisatanya juga penuh tapi tidak sepadat Disney. Masih enak utk dinikmati. Kendalanya adalah salju, kalau salju tebal maka naik ke mt. Fuji tidak bisa terlalu tinggi.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s