Sisi lain Budapest

Hungaria terkenal dengan wine-nya. Saking enaknya wine dari Hungaria, konon Inggris mengimpor wine dari Hungaria, khusus untuk konsumsi keluarga kerajaan. Meski demikian dari sisi kuantitas, jumlah produksi wine Hungaria masih kalah jauh dari negara Eropa lainnya seperti Perancis, Italia dan Spanyol. Inilah alasan kami mengambil Winery Tour di pinggiran Budapest. Tepatnya di daerah Etyek, sekitar 30km dari Budapest. Pengen tahu juga sisi lain dari Hungaria selain kota tua. Sekaligus mengantisipasi kebosanan anak-anak dengan kota tua. Continue reading “Sisi lain Budapest”

Perjuangan Memasuki Budapest

Budapest ibu kota Hungaria, merupakan kota eksotis yang sangat ingin kami kunjungi. Negara yang beretnik suku Magyar ini, sudah ada sejak abad ke-9, dan mencapai masa kejayaannya di abad 15. Melewati sejarahnya yang panjang, Hungaria luluh lantak saat Perang Dunia. Bahkan Kerajaan Kristen ini sempat takluk di bawah kekuasaan Komunis Rusia sejak Perang Dunia II. Namun seiring dengan jatuhnya kekuasaan Rusia di Eropa pada tahun 1989, Hungaria berdiri sebagai negara Republik Parlemen dan perlahan mulai membuka diri sejak tahun 1990an.

Sekarang Hungaria seperti Sleeping Beauty yang baru bangun dari tidurnya yang panjang. Di semester pertama tahun 2015, Budapest mencatat kenaikan jumlah turisnya hingga 17,8%. Bandingkan dengan Indonesia yang mencatat kenaikan sekitar 4% di periode yang sama, sudah dianggap prestasi bagus, mengingat negara tetangga malah mengalami minus growth. Continue reading “Perjuangan Memasuki Budapest”

Bersenandung Sepanjang Salzburg

Saat menyusun itinerary, awalnya kami tidak memasukkan Salzburg sebagai salah satu kota tujuan. Justru kami ingin ke Neuschwanstein Castle, istana yang menjadi inspirasi design Sleeping Beauty Castle di Disneyland. Tapi saat melihat peta, kota di negara Austria yang berbatasan dengan Jerman itu menarik perhatian.

Saya mengikuti diskusi dulu di Tripadvisor untuk topik, “Bila kita hanya punya waktu satu hari di Munchen, lebih baik ke Neuschwanstein Castle atau ke Salzburg”. Ternyata jawabannya 75% memilih ke Salzburg. Selain alasan itu, saya pun ingin mengimbangi jalan-jalan kami ini dengan pemandangan alam, tidak melulu kota tua.

Continue reading “Bersenandung Sepanjang Salzburg”

Munich (1)

City Tour Bus

Hari keempat di Jerman kami memutuskan untuk ikut tour lokal dengan bus Hop On Hop Off. Dengan tour ini, bisa dipastikan seluruh tourist spot di Munich bisa dilihat atau minimal dilewati. Alternatif keliling kota dengan bus HOHO ini sangat membantu, bila kita sudah capek melototin peta transportasi publik untuk jalan-jalan. Kita bisa menentukan , apakah di satu spot kita turun dari bis untuk mengeksplor lebih lanjut, atau sekedar lihat saja dari atas bis.  Tidak hanya melihat, kita pun dapat mengetahui sejarah kota dengan bantuan live tour guide (orang yang berbicara) atau recorded tour guide (rekaman yang didengarkan melalui headset yang disediakan). Tentunya dalam bahasa Inggris ya.

Sepanjang penglihatan saya di Munich, ada 3 warna city tour model HOHO di kota ini. Yang warna merah dan kuning, berasal dari satu perusahaan yaitu City Sightseeing. Satu lagi dominan warna biru atau campuran merah-biru milik Gray Line. Apa pun warna bisnya, semua bis jenisnya double decker. Bagian bawahnya umumnya ber-AC, dan bagian atasnya terbuka. Continue reading “Munich (1)”

Mt Fuji dan Hakone dengan Tour Lokal

Saat traveling sendiri, kami suka ikut travel tour lokal untuk mengetahui info lebih banyak tentang budaya dan wisata setempat. Alasan lainnya, pengen juga ada jeda sehari dimana kami gak pusing liatin rute kereta dan bis. Cukup duduk manis, kami bisa wisata dengan rute yang lumayan ribet, dan yang penting gak dibawa ke tempat belanja. Salah satu travel agent yang cabangnya ada di banyak negara adalah Grey Line. Memang harganya lumayan mahal untuk ikut travel ini, tapi selama ini tour guidenya bagus, bisnya nyaman dan pilihan wisatanya juga ok. Uniknya lagi kita bisa nambah teman baru dari berbagai negara selama di bis. Continue reading “Mt Fuji dan Hakone dengan Tour Lokal”