Tempat yang Seru buat Anak di Tokyo

Kemana enaknya membawa anak saat jalan-jalan di Tokyo? Paling gampang ya ke Disney Resort. Menginap di sana 2 hari. Sehari dihabiskan di Disneyland dan sehari lagi di DisneySea. Saya menulis tips seru-seruan di DisneySea di sini.

Lalu selain ke Disney Resort bisa kemana lagi? Kalau dibawa ke kuil-kuil cantik di Tokyo, biasanya ortunya aja yang seneng, anaknya belum tentu. Anak gampang bosan kalau hanya melihat-lihat. Jangan khawatir, ada banyak pilihan tujuan di Tokyo untuk anak dan remaja. Kebun binatang Ueno, Aquarium Shinagawa, atau Kidzania, adalah contoh yang biasa dan bisa kita nikmati di Jakarta. Legoland dan Hello Kitty Town juga ada di negara tetangga kita. Kalau ke Tokyo harus nyari yang lebih unik dari itu.

Berdasarkan pengalaman keluarga kami, untuk anak yang sudah cukup besar (10-17 tahun) cukup seru untuk dibawa ke 5 tempat berikut ini.

1. Museum of Emerging Science and Innovation (Miraikan)

Bintang yang menjadi daya tarik utama musium Miraikan adalah si robot tengil Asimo. Robot ini gerakannya sangat luwes saat berlari, melompat, menendang bola hingga joget. Seolah-olah ada manusia di dalamnya. Sayangnya Asimo hanya bisa berbahasa Jepang. Meskipun demikian, tanpa mengerti bahasa percakapannya, kami sangat menikmati pertunjukannya yang hanya 10 menit dan mengagumi kepandaian Asimo.

Jadwal pertunjukan Asimo hanya 4 kali sehari, yaitu jam 11, jam 13.00, Jam 14.00 dan Jam 16.00. Lokasi pertunjukannya di lantai 1. Datanglah 15-20 menit sebelum pertunjukan untuk mencari spot terdekat dengan panggung. Tidak ada kursi untuk menonton. Silakan ngedeprok di lantai atau berpegal-pegal berdiri. Saat saya datang di libur tahun baru, pertunjukan Asimo ini dipadati oleh keluarga-keluarga Jepang, mulai dari bayi dalam stroller hingga oma-opa yang mengiring cucu balitanya. Tidak ada tempat lagi untuk duduk di lantai saking penuhnya dengan anak-anak Jepang. Kami terpaksa berdiri nyempil di sisi kanan panggung agar dapat pemandangan lepas ke depan.

Asimo

Selain melihat robot, menjelajah musium Miraikan juga cukup seru. Memang tidak semuanya menarik. Ada diorama tentang green living yang kurang atraktif dengan sound effect yang aneh. Tapi ada juga potongan kapsul ruang angkasa yang menjelaskan bagaimana astronot tidur, makan, dan ke toilet di angkasa luar. Menarik untuk dicermati. Silakan browsing website resminya di sini untuk mengetahui jam buka, tiket masuk dan apa saja yang bisa dilihat. Sediakan waktu 2-3 jam untuk menjelajah setiap sudut musium Miraikan. Penjelasan di dalam musium tersedia dalam Bahasa Inggris.

2. Noodle Museum

Tepatnya ini adalah musium mi instant yang dikelola oleh Nissin. Letaknya agak melipir ke pinggiran Tokyo yaitu di Yokohama. Untuk mengetahui cara kesana, jam buka dan tiketnya, bisa dilihat di web resminya di sini.

Saya berkunjung ke sini November 2013 bersama teman-teman kantor regional Asia Pasifik. Ya benar orang dewasa semua! Tapi kami menikmati menjadi anak-anak lagi di musium ini. Bagian yang atraktif dan paling seru adalah di Cup  Noodle Factory di lantai 3.

Kami membeli wadah cup noodle yang masih polos di vending machine seharga 500 Yen (sekarang turun jadi 300 Yen). Lalu bersama dengan puluhan anak usia 5-10 tahun kami orang dewasa dari berbagai negara ini tanpa malu-malu menggambari cup polos itu sesuka hati. Tersedia beragam warna spidol di meja. Setelah selesai kami antri menuju tempat pengisian cup yang bentuknya seperti tempat serving restaurant cepat saji. Cup yang sudah bergambar diisi sepotong mi kering dan kami boleh memilih 1 rasa kaldu dan 4 taburan kering. Rasa kaldunya agak gak biasa. Yang saya ingat saya pilih rasa pizza dan teman saya dari New Zealand pilih cream soup. Lalu taburannya saya pilih keju, sosis, jagung manis dan seledri kering. Dengan antusias kami melihat cup noodle kami disealed dan siap kami bawa ke tempat packing yang menggembung seperti balon. Sudah lupa dengan umur, kami menenteng-nenteng packaging lucu itu dengan bahagianya.

NoodleMus

Selain meracik mie instant, ada juga dapur yang mengajari cara membuat chicken ramen. Mulai dari mengadon dan menggiling ramennya hingga membuat kaldu dan isiannya. Seru juga sepertinya. Sayang waktu kami saat itu kurang cukup. Saya hanya sempat melihat sejarah mie instant di seluruh dunia dan kaget ada merk Ind*mi sebagai bagian dari sejarah. Warung mi ala Indonesia pun ada di Noodles Bazaar. Seru lah bisa melihat jejak sejarah mi Indonesia di negara orang lain.

3. Tokyo Skytree

Melihat pemandangan seluruh kota dari ketinggian selalu menyenangkan buat kami. Mulai dari puncak Monas hingga Menara Eiffel selalu membawa perasaan senang.. Saat berkunjung ke Tokyo pun, yang kami cari adalah bangunan tertingginya. Dari hasil searching ditemukanlah Tokyo Skytree. Merupakan bangunan tertinggi di Jepang (634 m) dan tertinggi kedua di dunia setelah Burj Khalifa di Dubai (828 m). Tapi kita hanya bisa naik hingga ketinggian 450 m saja. Sisanya yang 200m itu adalah antena yang hanya bisa dipanjat Spiderman atau Godzilla… Bahkan ruang observasinya atau Tembo Deck hanya di ketinggian 350 m. Tapi dibanding Monas yang hanya 132 m, ruang observasi sudah lumayan tinggi.

Tokyo Skytree semula adalah menara pemancar radio dan sekarang jadi tempat wisata dengan ruang observasi berdinding kaca lebar yang memungkinkan kita melihat kota Tokyo 360o. Tiketnya bisa dibeli di lantai 4. Masih dalam rangka liburan tahun baru, antrian beli tiket ini bisa 1 jam lebih. Website resminya hanya menyediakan e-ticket dalam Bahasa Jepang dan hanya dapat dibeli dengan kartu kredit keluaran Jepang. Payah dah gak praktis banget… Silakan lihat website resminya di sini untuk mengetahui cara menuju kesana, harga tiket, jam berkunjung dan denah lantai. Oh ya …harga tiket lumayan mahal, bisa Rp 200ribuan per orang. Kalau memang tidak menyenangi ketinggian dan tidak suka melihat pemandangan kota, lebih baik tidak usah kesini.

Skytree

Selain antri beli tiket, menuju tempat observasi pun harus antri untuk naik dan turun liftnya. Memang di Jepang kalau urusan antri pasti rapi dan tertib. Tapi tetap saja bikin bete kalau ngantrinya kelamaan. Sudah resiko berkunjung saat peak season. Meskipun demikian kami senang merasakan naik lift yang bikin budeg telinga saking cepat dan tingginya.

Uniknya pemandangan kota Tokyo dari ketinggian juga melupakan kebete-an kami. Seru juga membandingkan Tokyo saat ini dengan Tokyo jaman Edo yang petanya terpampang lebar di ruang observasi. Petanya berbentuk digital yang bisa berganti-ganti pemandangan secara atraktif untuk menunjukkan peta jaman dulu dan masa kini. Tersedia juga café dan toko souvenir di ruang observasi ini.

4. Odaiba

OdaibaOdaiba bukanlah nama bangunan, tapi nama daerah yang menjadi salah satu pusat entertainment di Tokyo. Semula Odaiba adalah pulau buatan yang dibuat abad 18 sebagai tempat pertahanan dari serangan militer Inggris dari laut. Setelah usai perang dunia, pulau kecil itu direklamasi hingga menyatu dengan daratan utama dan dijadikan tempat tinggal dan kini menjadi tujuan wisata.
Pemandangan di Odaiba sangat indah dan menenangkan. Ada taman yang tertata indah dengan tempat duduk untuk bengong-bengong cantik memandang laut. Namanya Odaiba Seaside Park. Dari taman tersebut bisa terlihat rainbow bridge yang colorful dan replika patung Liberty. Ada juga penyewaan sepeda. Sepertinya asyik juga keliling Odaiba sambil naik sepeda, asal jangan saat winter. Angin yang menerjang wajah saat jalan kaki saja sudah membuah wajah perih, apalagi naik sepeda.

OdaibaMap

Banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi di Odaiba sambil berjalan kaki meski agak gempor sedikit. Salah satunya adalah Musium Miraikan, seperti yang saya tulis di no. 1. Lalu ada DiverCity Tokyo Plaza yang ada patung robot raksasa seperti Transformer di halamannya. Untuk pencinta mobil bisa berkunjung ke Tokyo Mega Web dimana ada Toyota City Showcase, yah semacam Musium BMW di Munich tapi lebih kecil.

5. Toko Games dan Elektronics

Tujuan kelima, tidak terlalu saya sarankan. Sangat menyenangkan buat anak-anak remaja yang doyan games dan gadget, tapi menguras kantong orangtua. Sebenarnya bukan hanya anak yang senang, tapi ortu pun senang melihat mainan lucu-lucu. Benar-benar harus bisa menahan diri tidak belanja berlebihan, supaya tidak ditiru anak.

Kiddyland

Kalau si Bungsu lebih senang ke toko mainan Kiddyland di Harajuku. Mau nyari Doraemon, Hello Kitty sampai Sailormoon, ada semua. Window shopping aja di sini udah seneng kok.

Si Sulung lebih senang liat toko gadget di sekitar Shibuya dan toko games di Akihabara. Tapi menurut si Sulung, gamesnya pake bahasa Jepang semua. Dari semula berbinar-binar pengen beli, akhirnya dia malah bete.

Advertisements

Author: javanicblue

https://javanicblue.wordpress.com/about/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s