Paris, benarkah romantis ?

Bila anda ikut group tour ke Eropa selama sekian hari, bisa dipastikan 40% isinya adalah perjalanan. Baik itu perjalanan pergi dan pulang naik pesawat maupun perjalanan naik bis dari satu kota ke kota lain. Seperti itinerary kami di hari keenam. Isinya hanya: Perjalanan dari Lucerne menuju Paris di negera Perancis. Saya pun lupa apa yang saya lihat dan lakukan selama perjalanan ini. Nampaknya perjalanan sejauh 600 km ini tidak terlalu berkesan.

Yang saya ingat menjelang masuk Paris di sore hari, jalannya macet sekali. Rasanya lebih dari sejam kami antri memasuki kota Paris. Baru kali ini kami ketemu macet selama di Eropa. Bayangan Paris yang romantis agak buyar gara-gara kemacetan ini. Continue reading “Paris, benarkah romantis ?”

Sekitar Lucerne dan Salju di Mt. Titlis

Buat orang tropis seperti kami, melihat salju merupakan “wow” moment. Sama seperti orang Eropa yang negaranya tidak atau sedikit berpantai, maka melihat pantai berpasir landai di Indonesia seperti melihat surga tropis. Bolehkah norak kalau melihat sesuatu yang unik? Sah-sah saja kok. Yang tidak boleh adalah menertawakan orang norak seperti ini. Biarkan saja.

Rombongan tour kami ini bertemu salju untuk pertama kalinya di stop area dalam perjalanan dari Venice ke Lucerne. Meski sudah sempat menggigil di Italia, tapi di sana tidak terlihat salju. Maka melihat tumpukan-tumpukan salju yang mulai meleleh di stop area, menarik beberapa orang dari grup kami untuk berfoto. Continue reading “Sekitar Lucerne dan Salju di Mt. Titlis”

Innsbruck, Tour Tambahan di Perjalanan Menuju Lucerne

Bila anda melihat biaya tour yang ada di iklan travel agent di koran, maka sudah bisa dipastikan itu bukanlah total biaya liburan anda. Karena bentuknya iklan, tentunya mereka ingin menunjukkan banyaknya tujuan wisata sekaligus murahnya biaya. Total biaya harus ditanya dulu ke agentnya untuk segala kemungkinan biaya tambahan. Biaya lain yang mungkin timbul diantaranya adalah biaya pembuatan passport (kalau belum punya atau perlu perpanjang), biaya pembuatan visa (ke negara yang butuh visa), fuel surcharge pesawat (lumayan signifikan jumlahnya), pajak (PPN) 1%, airport tax dan tips driver beserta tour leader nantinya. Total biaya tambahan ini bisa menambah 20 – 30% dari harga di brosur.

Sudah, itu saja? Belum! Continue reading “Innsbruck, Tour Tambahan di Perjalanan Menuju Lucerne”

Italia Bagian 3 – Venice

Kesalahan utama kita kalau traveling dengan travel agent adalah “pasrah”. Pasrah disuruh nunggu,  dan pasrah digiring kemana aja. Hanya sedikit yang mau browsing untuk cari tahu sebelumnya tentang kota yang akan dikunjungi. Untuk kota-kota di Eropa yang rata-rata usianya sudah lebih dari ratusan tahun, akan lebih menarik kalau kita tahu sebelumnya sejarahnya, budayanya dan kebiasaan penduduk lokal, meski hanya sedikit. Saya termasuk orang yang “pasrah” saat traveling kali ini.

Yang saya tahu mengenai Venice adalah, betapa romantisnya naik gondola di kanal-kanal Venice. Oleh karena itu saat tour leader menawarkan tour tambahan, kami serombongan langsung mengiyakan. Continue reading “Italia Bagian 3 – Venice”

Italia Bagian 2 – Pisa

Mengingat-ingat perjalanan dua setengah tahun yang lalu ke Eropa meski tidak traveling sendiri, tetap menyisakan kenangan yang indah. Memang kurang challenging karena kita tidak perlu mikir banyak mau kemana, makan dimana, naik apa, dan seterusnya. Perjalanan cenderung santai. Sangat santai malah. Cocok buat orang yang sudah stress dengan beban kerja kantor yang menghimpit.

Hari kedua kami di Eropa masih di negara Italia. Pagi jam 8 kami sudah check out dari hotel di Roma karena akan bergerak ke kota Florance – Pisa. Jarak Roma ke Pisa yang ada di utara Italia sekitar Continue reading “Italia Bagian 2 – Pisa”