Mengurus Sendiri Visa USA/Amerika

Visa USA atau visa Amerika sering dianggap visa dewa. Banyak yang berpendapat prosesnya sulit. Namun kesulitan mendapat visa USA katanya akan terbayar kemudian. Karena setelah Visa USA mejeng di passport maka perolehan visa negara lain menjadi lebih mudah. Katanya …

Jika dibandingkan dengan proses pengajuan aplikasi visa Schengen dan Visa UK, menurut saya proses pengajuan aplikasi visa Amerika justru terasa lebih mudah. Beneran. Yang sulit dan bikin deg-degan adalah proses interviewnya…

Seperti biasa, sebelum melihat pengalaman orang lain di blog, saya googling dulu info resminya dengan keyword “Visa USA Indonesia”. Sempat bingung juga karena ada 2 website resmi yang tersedia. Yang pertama  http://www.ustraveldocs.com/id/ dan yang kedua https://id.usembassy.gov/visas/ . Kalau menurut saya abaikan website kedua, daripada bingung. Mulailah mencari informasi, registrasi, dan mengisi formulir berdasarkan panduan di website pertama yaitu yang ustraveldocs.

Website US Travel Docs, memberikan penjelasan rinci dan tahapan-tahapan yang harus dilakukan. Di home page juga tertera peraturan-peraturan baru yang harus diikuti. Bacalah dengan cermat, karena peraturan baru ini bisa berubah setiap saat. Bahkan tampilan muka website tersebut saat saya apply visa di akhir Agustus, sudah jauh berbeda dengan tampilan muka hari ini.

Melengkapi Dokumen

Secara garis besar tahapan membuat visa USA ada 2 yaitu melengkapi dokumen dan datang di janji temu. Proses melengkapi dokumen berdasarkan web tersebut, kalau saya urutkan ada 7 tahap yang harus diikuti, yaitu:

  1. Tentukan jenis visa yang akan diapply sesuai pilihan di website. Kalau kasus saya, saya apply visa turis atau jenis B-2. Anak saya yang mendapat undangan untuk lomba debat, apply visa bisnis dan turis, atau jenis B-1/B-2. Berdasarkan pilihan jenis visa ini, dengan jelas disebutkan syarat apa yang harus dipenuhi.
  2. Siapkan foto ukuran 5x5cm dengan background putih sesuai syarat. Tidak harus ke tukang foto yang di jalan Sabang. Saya foto di samping sekolah anak saya, yang memang sudah biasa buat foto untuk visa US. Yang penting lagi selain foto yang dicetak, tukang foto itu bisa menyediakan file foto yang tinggal upload saja ke web form online.
  3. Pastikan passport anda masih berlaku 6 bulan sampai dengan tanggal anda pulang ke Indonesia. Jangan seperti teman saya, baru sadar ternyata visanya hanya berlaku 6 bulan sampai saat proses interview saja. Dengan terburu-buru ia harus membuat passport baru.
  4. Isi formulir DS-160. Dengan mengisi pertanyaan kunci, formulir bisa ditutup dan dibuka lagi keesokan harinya. Jadi tidak harus dalam satu kesempatan harus selesai. Pertanyaan di formulir ini gak aneh-aneh. Tidak ditanyakan spending bulanan dan asset kita seperti di visa UK. Pertanyaan lebih mengenai data personal seperti nama, alamat, passport, tujuan ke Amrik, contact di US (saya masukkan nama hotel) dan security background. Katanya untuk pria biasanya ditanyakan latar belakang pendidikan dari SD sampai yang terkini.

Yang membuat saya sempat ragu menjawab adalah apakah saya punya relatives di USA. Saya punya sepupu dekat di sana. Kalau saya jawab ada kenalan, takut nanti dikira mau nyusul tinggal di sana. Kalau saya bohong, nanti kalau ketahuan malah ditolak. Hehehe paranoid. Sebagai wanita jujur yang gemar menabung, saya menjawab apa adanya. Yes, I have relatives…dua malah!

  1. Memasuki tahapan cara membayar, saya pilih proses transfer. Nanti akan muncul nomor tanda pengenal anda untuk transfer (Virtual Account Number). Jangan lupa save/foto/catat nomor itu, jangan hilang. Jumlah bayar dalam Rupiah juga sudah tertera. Nilainya adalah konversi $160 berdasarkan kurs yang ditentukan US Embassy. Datanglah ke Bank CIMB Niaga dan bilang mau bayar visa Amerika. Mereka sudah tahu kok akan ditransfer kemana. Kalau tellernya planga-plongo, mungkin dia masih baru. Suruh panggil aja atasannya, pasti tahu.
  2. Tunggu 1-2 hari kerja setelah proses pembayaran untuk memastikan pembayaran anda sudah masuk. Baru kita bisa buat janji temu dengan registrasi terlebih dulu di link ini. Pilihan waktu paling pagi adalah yang terbaik. Jalanan belum macet banget dan anda tidak harus berpanas-panas saat antri di luar Kedutaan.
  3. Akan terkirim ke email anda Halaman Konfirmasi DS-160 setelah anda selesai mengisi seluruh form dan submit. Contohnya seperti gambar di bawah ini. Jangan lupa print dan bawa saat datang ke janji temu.

USA_VisaConfirmation

Janji Temu

Nah kalau semuanya sudah dilakukan, maka tibalah saat penentuan. Datang ke janji temu di kedutaan Amerika di Jalam Merdeka Selatan dekat Stasiun Gambir. Jangan lupa bawa 5 dokumen maha penting ini:

  1. Print out email waktu janji temu
  2. Passport asli yang berlaku dan yang lama
  3. Halaman Konfirmasi DS-160 seperti di atas
  4. Cetak foto1 lembar (bawa spare lah 1 lagi)
  5. Bukti slip pembayaran dari Bank CIMB Niaga

Selain itu bawa juga dokumen lain yang dirasa perlu. Saya bawa saja seperti syarat visa Schengen umumnya, yaitu tabungan 3 bulan terakhir (untuk bukti finansial), Akte Perkawinan (karena Suami yang membiayai), Kartu Keluarga, Akte Kelahiran Anak (kalau pergi dengan Anak), Booking hotel (yang belum dibayar), Surat Undangan debat yang ditujukan ke Anak, dll

Saran saya, pakailah pakaian sopan rapi dan yang paling penting “anti panas”. AC hanya anda rasakan 20 menit saat antri di ruang interview. Selebihnya hanya Angin Cemilir. Ada 4 proses antrian yang harus diikuti.

  1. Antri di trotoar jalan kedutaan. Satpam asli Indonesia akan mengecek email janji temu dan passport. Bisa 30 menit sampai 1 jam anda berdiri di trotoar. Secara bertahap satpam akan mempersilakan masuk ke tempat kedua.
  2. Antri di security check point di ruang kecil berAC. Dimana semua benda elektronik, logam, yang ada bettery (remote kunci mobil) harus ditinggal di sini. Prosesnya cepat kalau anda tidak bawa barang aneh-aneh.
  3. Antri di halaman dalam yang non AC. Nah disini ada bangku panjang. Lumayan bisa duduk walaupun terkena sinar matahari pagi. Kalau gerah, tersedia kedai kecil yang jual minuman dingin dan sandwich dari Ranch Market.

Saat memasuki halaman ini, anda akan dihadang petugas yang membagikan kertas nomor urut. Satu keluarga mendapat satu nomor urut. Tapi yang non blood related, misalnya rombongan sekolah, satu anak dapat satu nomor. Lumayan lama antri di sini. Bisa sejam menunggu sampai nomor antrian anda di panggil oleh petugas yang ada di balik loket.

Ada 3 loket kalau tidak salah. Petugas ini memeriksa 5 dokumen maha penting yang saya sebut di atas. Kalau kurang satu saja, misalnya foto anda nekat pakai ukuran 4×6, maka anda dipersilakan melengkapi pada hari itu juga. Bener ada yang kejadian begitu lho. Seorang pemuda terpaksa lari ke jalan Sabang untuk foto ulang.

Kalau dokumen anda lengkap, maka akan dilanjutkan dengan proses scanning sidik jari.

Dari petugas di balik loket, anda akan dapat nomor antrian baru untuk masuk ruang interview. Jadi tetaplah duduk di situ sambil mendengar nomor anda dipanggil ke ruang dalam.

  1. Antrian terakhir adalah menunggu interview. Keringat langsung menguap karena ruangan dingin berAC. Sambil menunggu anda bisa mendengar interviewer yang ada di 3 loket mewawancara para applicant. Hari itu pewawancaranya ada 1 bule perempuan, dan prianya 1 kulit hitam dan 1 keturunan Chinese. Ketiganya awalnya selalu ramah menyapa. Tapi kalau jawaban yang diberikan mulai aneh, barulah masing-masing menyecar dengan sadis.

Proses interview saya berbarengan dengan rombongan sekolah anak saya. Kebetulan wawancara pertama jatuh ke anggota rombongan yang masih SMP. Si A ini awalnya lancar menyebutkan tujuannya ke Amerika dalam bahasa Inggris yang fasih. Dia juga lancar saat ditanya surat pengantar dari sekolah dan surat undangan dari penyelenggara lomba debat dari Yale University. Berhubung dia bepergian tanpa didampingi orangtua, maka ditanyalah Consent Letter from Parent. Sebenarnya surat itu sudah disiapkan, tapi si Anak karena gugup, susah menemukannya di tumpukan dokumennya. Si teman yang antri di belakangnya bergumam “Don’t blew it man…”

Petugas kulit hitam yang awalnya sangar jadi geli mendengar bisikan itu dan dengan sabar membiarkan si anak mengaduk-aduk dokumennya. Sampai akhirnya….ketemu juga dokumen yang dimaksud. Sang petugas menyambut dengan seruan “Bingo !” Sontak kami yang antri di belakang langsung bernapas lega. Selanjutnya proses interview setiap anak dalam grup kami berlangsung cepat. Begitu juga saya dan anak saya yang maju berbarengan saat interview. Karena dianggap satu grup dan satu tujuan dengan si A, maka tidak ada satupun dokumen pendukung yang saya bawa, diminta dan dilihat oleh petugas. Hanya menyerahkan kelima dokumen maha penting di atas, dan scan sidik jari lagi. Saat itu juga langsung keluar selember kertas putih bahwa visa kami di-approve. Yippiiie…

Mengambil Passport

Saat mengisi formulir, saya memilih untuk mengambil pengembalian passport di RPX Casablanca. Sebenarnya ada opsi dikirim ke rumah. Tapi saya gak sabaran pengen segera melihat visa Amerika ada di passport saya.

Lokasi RPX Casablanca agak tricky diakses. Sebaiknya anda masuk ke Casablanca dari Karet. Naik flyover yang ke Casablanca dan saat turun sudah ambil jalur kiri. Sampai di ujung flyover langsung belok agak patah ke ruko-ruko yang agak (maaf) kumuh. Logo RPX tidak terlalu jelas, malah lebih jelas rumah makan bakso (yang lumayan endang) di sampingnya.

Email pemberitahuan bahwa passport bisa diambil saya dapat sehari setelah interview. Tapi saya baru ambil 2 hari kemudian. Jangan lupa bawa kertas putih yang diberikan si interviewer dan foto kopi KTP/SIM. Kalo lupa fotokopi, seperti saya, ada tempat fotokopi di samping kiri ruko.

Saya masih ingat saat mengagumi visa Amerika saya yang berlaku 5 tahun ke depan  sambil makan bakso di toko sebelah 🙂


Setelah Visa Amerika ada di passport apakah kita bisa lenggang kangkung masuk negara adidaya itu?  Siap-siap dengan berbagai pemeriksaan seperti cerita saya berikut 😉


 

Advertisements

Author: javanicblue

https://javanicblue.wordpress.com/about/

2 thoughts

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s